Derai angin yang kurasaa saat ini, bukan seperti biasanya.
Saat mata mulai menghitam, terasa bagai orang asing.
Mendesir semua cita-cita untuk di pertanggungjawabkan kelak.
Mendapat teguran dari yang Maha kuasa.
Hal itu menjadi tabu dan sungkan untuk dibicarakan.
Rindu saat kita masih tertawa bersama.
Rindu saat kita menari di atas segalanya.
Rindu saat kita berduka bersama.
Aku, kamu dan dia.
Perjalan panjang yang telah kita telan.
Hampir 1 dekade, kita tak bersua.
Apa kabar dirimu?
Ingin sekali kuceritakan keadaan ku ini.
Namun jarak telah menjauh.
jauh dari perkiraan kita.
Aku di negeri asing.
Sedangkan kau masih di bawah bendera merah putih.
beberapa kata ini mungkin cukup untuk menutupi ocehan ku.
"Aku berdiri di tengah sepi yang sendu.
Tanpa aroma waktu di dadamu.
Sematkan lelah pada desaunya angin.
Semoga kuteguk bayangmu malam ini, dengan birahi".
0 comments:
Post a Comment