Sunday, December 2, 2012

Tanah Gersang

Tak apa, bagiku ini sudah biasa.
Asal jangan sudutkan aku disudut
dingin sana.
Aku sudah mati.
Apa kau masih tega biarkanku
membusuk sia-sia?.
Lihat bangkaiku, aku sudah terdiam:
terbujur kaku.
Silahkan tumpahkan airmu, hujan!.
Lalu hapus jejakku.
Jangan menangis, hapus saja air
matamu.
Aku sudah terlanjur mati, disini:
Tanah gersang.

0 comments:

Post a Comment